Minggu, 22 Juli 2012

kelinci oh kelinci

Beberapa orang senang memelihara kelinci di rumah. Hewan yang satu ini memang lucu dan menggemaskan. Lihatlah telinganya atau lihatlah cara dia memakan rumput atau wortel. Gerakan mulutnya sangat unik dan menggemaskan. Tapi, selain kesenangan memiliki kelinci banyak juga kendala yang dihadapi oleh para pemilik kelinci. Kelinci salah satu hewan peliharaan yang sangat rentan terhadap penyakit. Kelinci mudah mati dan membuat pemiliknya sedih. Sebagian yang lain merasa enggan untuk memelihara kelinci karena banyak kesulitan yang dihadapi. Kelinci sangat sensitif. Salah merawatnya sedikit saja bisa menyebabkan kematian. Kelinci memang cantik. Siapa yang tidak terperdaya oleh tatapan kelinci anggora yang bermata merah? Bulunya yang putih, tubuhnya yang mungil, gerakannya yang lincah, pasti akan sangat menggemaskan. Manjanya, gerakan hidungnya yang lucu membuat yang memandang akan terpesona dan tak hendak melepaskan binatang yang memesona itu.

Masa Penyapihan Kelinci
Memelihara kelinci yang baru lahir ternyata penanganannya beda dengan ketika memiliki kelinci dewasa yang sudah berusia di atas 5 bulan. Kelinci yang baru lahir biasanya masih di bawah pengawasan induknya. Banyak hal yang harus dilakukan secara khusus dan istimewa.
Bentuk kelinci yang baru lahir akan tampak seperti anak tikus. Setelah sekitar 3-4 minggu, bulu kelinci sudah tumbuh dan kelinci tersebut sudah agak dilepas oleh induknya. Kelinci yang sehat akan terlihat sangat lincah dan aktif sekali. Kalau kelincinya diam saja, itulah pertanda bahwa Anda akan kehilangan kelinci itu untuk selamanya.
Induk kelinci akan secara berkala menghampiri anak-anaknya. Setelah berumur 3 bulan, selain menyusu, kelinci kecil biasanya sudah mau makan makanan induknya. Jangan diberi sayuran yang terlalu segar karena mengandung air yang banyak.
Hal ini dapat membuat kelinci mencret. Kalau sudah diare tunggu saja selama setengah hari, kelinci nan lucu itu akan mati. Selain itu, kalau diberi sayuran, biasanya bau kotorannya lebih tajam dan sangat berbau. Beri pelet saja. Memang cukup mahal, tapi hasilnya sangat memuaskan. Bulu yang bagus dan lebat, kelinci sehat yang lincah dan semakin menggemaskan.


Binatang yang Memanjakan
Kelinci sangat manja. Bila tidak dielus atau dimanja, dia akan menghampiri pemiliknya tanda ingin disentuh. Kelinci juga binatang yang bisa diajari dan mengajari temannya. Mereka bisa saling mempengaruhi. Ajarkan dia di mana dia bisa buang kotoran dan pipis, serta ajaklah bicara kelinci Anda. Tunjukkan bahwa anda senang berbincang dengannya. Ini memang lucu. Kelinci yang pertama akan mengajari kelinci yang berikutnya. Jadi mereka akan buang air pada tempat yang sama. Ini juga akan memudahkan pemilik kelinci untuk memanfaatkan pipis dan kotoran kelinci sebagai pupuk kandang berkualitas sangat baik untuk tanaman dan bunga.
Kelinci memiliki kemiripan dengan anjing. Dia sangat tahu dengan pemiliknya. Buktikan saja. Ketika Anda pergi, pamitlah terlebih dahulu. Pada saat Anda pulang, kelinci Anda akan menghampiri Anda dan langsung minta dimanja. Kalau sudah begitu, pikiran pusing dan stres anda akan hilang. Kelinci juga tahu kebiasaan pemiliknya. Kalau Anda suka menonton TV, dia pun suka menonton TV. Tergantung apa kebiasaan utama anda, kelinci biasanya akan menyesuaikan kebiasaan pemiliknya.


Kebersihan Kandang Harus Diperhatikan
Sebaiknya anda tidak membuat kandang di atas tanah secara langsung. Akan banyak penyakit yang bisa saja mengganggu kelinci anda dan mengancam keselamatannya. Ada penyakit kulit yang dapat merusak keindahan bulu kelinci anda. Jika sudah demikian berikan suntikan vaksin atau vitamin. Anda boleh mencobanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar